Showing posts with label ruler. Show all posts
Showing posts with label ruler. Show all posts

Tuesday, August 8, 2017

PART 2: Perbedaan antara Moleskine dan Leuchtturm 1917

Part 2 hadir di postingan ini, kalau masih ingat postingan sebelumnya, saya membahas 5 perbedaan utama dari Moleskine dan Leuchtturm 1917. Nah sekarang disini akan dibahas sampai detil kecil dari kedua buku tersebut. Simak baik baik ya.. siapa tahu menjadi pertimbangan kalian dalam membeli buku untuk bullet journal.. ^^


1. Cover
Cover kedua buku yang disediakan oleh pihak produksi ada 2, yaitu softcover dan hardcover. Dari kedua jenis cover tersebut, saya lebih memilih menggunakan hardcover. Alasannya adalah karena setiap dibawa ke travelling, biasanya tas yang digunakan penuh sehingga akan merusak atau melipat kertas didalam buku yang softcover. Jadi saya menyarankan untuk menggunakan buku yang hardcover, meskipun lebih mahal sedikit.. Dan keunggulan hardcover adalah lebih nyaman dilihat jika kita meletakkan buku tersebut di rak lemari.

2. Elastic band
Setiap buku mempunyasi elastic band. Elastic band di Moleskine tidak serapat milik Leuchtturm 1917. Elastic band di Moleskine lebih lentur dibandingkan Leuchtturm 1917. Semua nya masih bagus, karena tidak membuat buku terbuka.

3. Kantong kecil di belakang
Kedua buku mempunyai kantong kecil di belakang yang digunakan untuk meletakkan persediaan stiker atau lainnya yang dibutuhkan saat menulis BuJo. Kalau saya tidak ada isinya karena kurang suka memakai stiker.. Hehehe..



4. Index
Pada buku Moleskine kita tidak mendapatkan lembar halaman untuk index, jadi kita harus membuat sendiri layout untuk index. Sedangkan Leuchtturm 1917, sudah ada layout untuk index, akan tetapi hanya 3 halaman, jadi bagi yang lebih dari 3 halaman harap membuat sendiri layout. Tenang saja, di Leuchtturm ada halaman kosong yang bisa digunakan untuk menyalin layout index.. ^^ dan letaknya pun sebelum index jadi pas banget..





5. Label
Pada saat pembelian Leuchtturm 1917, kita akan mendapatkan label yang dapat digunakan pada buku kita.. Sedangkan Moleskine tidak menyediakan label tersebut. Sehingga bagi yang mempunyai buku Moleskine, dapat mengambil label yang tersedia pada Leuchtturm 1917 karena label nya cukup banyak setiap buku. Label ini dapat kita tulis dengan kode buku atau periode buku tersebut.


6. Penjilidan
Dalam masalah penjilidan buku, memamng terlihat lebih rapi Leuchtturm 1917 daripada Moleskine. Apabila sudah terpakai lama, terlihat jilidan Moleskin longgar dan ada halaman yang mulai lepas (menurut pengalaman saya). But Overall Moleskine good enough lah ya...



Sudah lengkap seluruhnya pembahasan perbedaan kedua buku yang sangat dicari di dalam dunia per Bullet Journal an... MOLESKINE vs LEUCHTTURM 1917. Nah sekarang saatnya kalian memilih diantara kedua buku itu atau membeli keduanya untuk dicoba, karena tanpa dicoba tidak akan pernah tahu apa perbedaan sebenarnya.. ^^


SEE YOU in NEXT POST

Friday, August 4, 2017

5 Perbedaan Moleskine dan Leuchtturm 1917 (Part 1)



Hai semuanya, selamat datang di blog saya yang terbaru.. Di postingan kali ini saya akan memberitahu, mengupas tuntas mengenai dua buku yang sangat terkenal di kalangan BuJo Lovers... ^^, Yeah buku tersebut adalah Leuchtturm 1917 dan Moleskine... Memang pada kenyataannya Bullet Journal Sistem bisa dilakukan atau ditulis dibuku apa saja, baik buku tulis yang biasa digunakan oleh anak sekolah maupun buku tulis lainnya yang tersedia di semua buokstore.. Akan tetapi BuJo Lovers di Luar negeri terutama di negara barat banyak yang menggunakan buku merk Leuchtturm 1917 ini. Nah agar tidak banyak tulisan lagi, mari kita simak penjelasan mengenai perbedaan kedua buku ini. Oya saya membuat 2 part untuk perbedaan kedua buku ini.. Keep reading guys...


1. Ukuran
Yang pertama akan dibahas adalah mengenai ukuran kedua buku. Moleskine berukuran 5” x 8,25” atau dalam cm nya adalah 12,7 cm x 20,955 cm. Sedangkan Leuchtturm 1917 berukuran 5,71” x 8,27” atau 14,5034 cm x 21,0058 cm. Dari sini terlihat bahwa memang lebih besar dimensi Leuchtturm 1917 daripada Moleskine. Semua tergantung dari masing masing BuJo Lovers, apakah cocok dengan dimensi masing masing buku, apalagi apabila dibawa bepergian. Menurut pendapat saya, dari ukuran kedua buku tersebut tidak ada masalah sama sekali. Keduanya masih bisa dibawa travelling (bagi yang suka travelling dan ga mau ketinggalan mengisi BuJo).. Hehehehe...

(Buku hitam adalah Moleskine, sedangkan Buku Hijau adalah Leuchtturm 1917)

2. Variasi model kertas
Model kertas yang dimaksud disini adalah jenis isian halaman setiap buku. Kedua buku tersedia dalam 4 pilihan, yaitu plain (kosong), ruled (bergaris), dotted (titik titik), dan squared (kotak-kotak). Karena saya hanya mempunyai kedua buku dengan isian kotak kotak, jadi saya akan memberitahu kalian perbedaanya. Untuk Moleskine, kotak kotak terlihat lebih jelas dibandingkan kotak kotak pada Leuctturm 1917 (jadi perbedaan di produksinya kali ya). Untuk ukuran kotak kecilnya sama yaitu 0,5 cm x 0,5 cm. Karena ukuran buku Leuchtturm 1917 lebih besar, otomatis isian kotak kecil pada Leuchtturm 1917 lebih banyak jumlahnya. Dalam hal ini jumlah kotak per halamannya. Meskipun Moleskine lebih jelas kotak kotaknya, akan tetapi tidak ada masalah dalam penggunaannya, dan menurut pendapat saya, terlihat semakin rapi jika menulis di Moleskine..




3. Harga
Harga disini saya bandingkan dari harga dimana saya mendapatkan buku tersebut. Jadi mungkin bisa dilihat sendiri harganya karena bisa jadi berubah harga. Untuk Moleskine, saya dapatkan dari online store Moleskine seharga Rp. 279.000,00. Sedangkan Leuchtturm 1917, saya mendapatkannya dari toko buku di Surabaya (Office 21) letaknya di Grand City seharga kurang lebih Rp. 250.000,00 (waktu saya beli ada diskon 30% jadi borong banyak). Memang susah untuk mendapatkan Leuchtturm 1917, jadi karena tersedia squared dis ana, ya saya beli lah.. ^^

4. Jumlah Halaman
Masing masing buku berbeda dalam jumlah halamannya. Untuk Moleskine memang tidak ada penomoran halaman dari sana, jadi saya harus menuliskan angka halaman ke setiap kertas, dan jumlah total sampai halaman terakhir adalah 224 halaman. Sedangkan Leuchtturm 1917 yang sudah ada angka setiap halamannya, berjumlah 249 halaman. Dalam hal ini menurut saya lebih menang Leuchtturm 1917.. Yeyyy!!

5. Berat Kertas

Untuk maalah ini, saya mendapatkan keterangan dari website, berat kertas Moleskine adalah 70 gsm, sedangkan berat kerta Leuchtturm 1917 adalah 80 gsm. Ketebalan dari kertas suatu buku merupakan indikator kita untuk menggunakan tinta yang cocok. Untuk itu di postingan selanjutnya saya akan menjelaskan / sedikit mereview tentang ini.. So stay tune guys...

Itu adalah beberapa perbedaan yang mencolok dari kedua buku tersebut. Pada part 2 (selanjutnya) saya akan menjelaskan beberapa perbedaan lainnya.. Thx for reading...

Thank's for Reading

Tuesday, August 1, 2017

Perlengkapan Memulai Bullet Journal

Apa saja sih yang diperlukan dalam memulai Bullet Journal ini??

Oke, pertama yang terpikirkan ketika akan ada ide untuk menulis adalah

1. Buku
Buku merupakan salah satu unsur penting untuk Bullet Journal-ing. Buku yang bisa dipakai dalam membuat Bullet Journal adalah semua buku. Buku tulis ada yang berupa kotak kotak, bergaris maupun berupa tik titik kecil. Jika di luar negeri, kebanyakan orang menggunakan buku titik titik. Memang terlihat hasil yang bagus pada Bullet Journal tersebut. Tetapi karena kita berada di Indonesia, ada beberapa pilihan buku yang bisa kalian dapatkan. Diantaranya buku tulis kotak kotak (yang biasa digunakan untuk matematika), atau buku yang bermerk seperti Moleskine atau juga bisa menggunakan Leuchtturm 1917. 





Sebenarnya enak mana sih Moleskine atau Leuchtturm atau buku biasa?? Untuk ini saya akan membahas di blog saya berikutnya, jadi stay tune ya.. Di Indonesia kita dapat mendapatkan buku Moleskine di Bookstore mana aja atau bahkan kita dapat membeli secara online di Moleskine. Untuk Leuchtturm 1917 memang masih susah di Indonesia, akan tetapi saya menemukan Leuchtturm 1917 squared (kotak-kotak) di toko buku di Surabaya di Grand City dengan harga yang terjangkau. Untuk saat ini saya hanya bisa titip ke teman atau saudara yang berada di luar negeri.


2.          Pena
Untuk menulis, tentu saja memerlukan alat tulis berupa pena, pensil dan perlengkapannya. Nah disini peralatan menulis yang saya gunakan adalah bolpoint hitam (merk terserah, yang penting enak digunakan), PENCILTIC, Sarasa, Faber Castle Connector Pen, Tombow dual brush, Staedler Fineliner, dan Stabilo point 88 dan 68. 







Sebenarnya ini terserah dari kita sebagai penulis akan menggunakan alat apa saja. Akan tetapi tergantung dari buku yang kita gunakan juga. Karakter kertasnya bagaimana apakah ghosting atau bagaimana.. Nah untuk ini, tunggu blog selanjutnya ya teman. Di blog selanjutnya akan saya kupas tuntas review setiap pen yang saya punya di kertas moleskine dan leuchtturm 1917. 

Semua pena yang saya gunakan dapat ditemukan di Bookstore terdekat kok, jadi jangan pikir susah mendapatkannya. Mungkin untuk Tombow dual brush memang sedikit susah untuk dicari, tetapi banyak yg jual di instagram, so cari di Instagram.. HAhahaha

3. Penggaris
Penggaris yang harus dipunya adalah penggaris 20 cm dan busur. Mengapa diperlukan busur?? Tidak terlalu penting sebenarnya untuk busur, akan tetapi bagi yang menyukai kerapian, tentu saja perlu.. Apalgi jika ingin membagi lingkaran menjadi beberapa bagian. Benar kan?? Seperti saya yang menyukai kerapian. hahahaha...

4. Jangka
Jangka yang diperlukan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan tentu saja yang bisa diganti mata pensilnya dengan bolpoint. Jangka bisa didapatkan dimana saja dan banyak yang murah meriah. Tidak perlu yang harga mahal.


5. Washi Tape
Ini digunakan untuk mendekor dari layout yang akan dikerjakan. Akan tetapi saya tidak pernah menggunakan washi tape ini, karena saya menyukai layout yang buatan tangan tidak tempel tempel. Hehehe... Washi tape dapat didapatkan di mana saja. Saat ini hampir semua bookstore di Indonesia menjual washi tape dengan beraneka ragam motif.

6.Penghapus
Important thing... Apabila terjadi kesalahan dalam mensketsa layout, tinggal hapus saja dengan penghapus. Iya kan??

That’s all dan selamat memulai membeli perlengkapan Bullet Journal dan selamat memulai jurnaling.



STAY TUNE untuk Postingan selanjutnya ya...