Friday, August 4, 2017

5 Perbedaan Moleskine dan Leuchtturm 1917 (Part 1)



Hai semuanya, selamat datang di blog saya yang terbaru.. Di postingan kali ini saya akan memberitahu, mengupas tuntas mengenai dua buku yang sangat terkenal di kalangan BuJo Lovers... ^^, Yeah buku tersebut adalah Leuchtturm 1917 dan Moleskine... Memang pada kenyataannya Bullet Journal Sistem bisa dilakukan atau ditulis dibuku apa saja, baik buku tulis yang biasa digunakan oleh anak sekolah maupun buku tulis lainnya yang tersedia di semua buokstore.. Akan tetapi BuJo Lovers di Luar negeri terutama di negara barat banyak yang menggunakan buku merk Leuchtturm 1917 ini. Nah agar tidak banyak tulisan lagi, mari kita simak penjelasan mengenai perbedaan kedua buku ini. Oya saya membuat 2 part untuk perbedaan kedua buku ini.. Keep reading guys...


1. Ukuran
Yang pertama akan dibahas adalah mengenai ukuran kedua buku. Moleskine berukuran 5” x 8,25” atau dalam cm nya adalah 12,7 cm x 20,955 cm. Sedangkan Leuchtturm 1917 berukuran 5,71” x 8,27” atau 14,5034 cm x 21,0058 cm. Dari sini terlihat bahwa memang lebih besar dimensi Leuchtturm 1917 daripada Moleskine. Semua tergantung dari masing masing BuJo Lovers, apakah cocok dengan dimensi masing masing buku, apalagi apabila dibawa bepergian. Menurut pendapat saya, dari ukuran kedua buku tersebut tidak ada masalah sama sekali. Keduanya masih bisa dibawa travelling (bagi yang suka travelling dan ga mau ketinggalan mengisi BuJo).. Hehehehe...

(Buku hitam adalah Moleskine, sedangkan Buku Hijau adalah Leuchtturm 1917)

2. Variasi model kertas
Model kertas yang dimaksud disini adalah jenis isian halaman setiap buku. Kedua buku tersedia dalam 4 pilihan, yaitu plain (kosong), ruled (bergaris), dotted (titik titik), dan squared (kotak-kotak). Karena saya hanya mempunyai kedua buku dengan isian kotak kotak, jadi saya akan memberitahu kalian perbedaanya. Untuk Moleskine, kotak kotak terlihat lebih jelas dibandingkan kotak kotak pada Leuctturm 1917 (jadi perbedaan di produksinya kali ya). Untuk ukuran kotak kecilnya sama yaitu 0,5 cm x 0,5 cm. Karena ukuran buku Leuchtturm 1917 lebih besar, otomatis isian kotak kecil pada Leuchtturm 1917 lebih banyak jumlahnya. Dalam hal ini jumlah kotak per halamannya. Meskipun Moleskine lebih jelas kotak kotaknya, akan tetapi tidak ada masalah dalam penggunaannya, dan menurut pendapat saya, terlihat semakin rapi jika menulis di Moleskine..




3. Harga
Harga disini saya bandingkan dari harga dimana saya mendapatkan buku tersebut. Jadi mungkin bisa dilihat sendiri harganya karena bisa jadi berubah harga. Untuk Moleskine, saya dapatkan dari online store Moleskine seharga Rp. 279.000,00. Sedangkan Leuchtturm 1917, saya mendapatkannya dari toko buku di Surabaya (Office 21) letaknya di Grand City seharga kurang lebih Rp. 250.000,00 (waktu saya beli ada diskon 30% jadi borong banyak). Memang susah untuk mendapatkan Leuchtturm 1917, jadi karena tersedia squared dis ana, ya saya beli lah.. ^^

4. Jumlah Halaman
Masing masing buku berbeda dalam jumlah halamannya. Untuk Moleskine memang tidak ada penomoran halaman dari sana, jadi saya harus menuliskan angka halaman ke setiap kertas, dan jumlah total sampai halaman terakhir adalah 224 halaman. Sedangkan Leuchtturm 1917 yang sudah ada angka setiap halamannya, berjumlah 249 halaman. Dalam hal ini menurut saya lebih menang Leuchtturm 1917.. Yeyyy!!

5. Berat Kertas

Untuk maalah ini, saya mendapatkan keterangan dari website, berat kertas Moleskine adalah 70 gsm, sedangkan berat kerta Leuchtturm 1917 adalah 80 gsm. Ketebalan dari kertas suatu buku merupakan indikator kita untuk menggunakan tinta yang cocok. Untuk itu di postingan selanjutnya saya akan menjelaskan / sedikit mereview tentang ini.. So stay tune guys...

Itu adalah beberapa perbedaan yang mencolok dari kedua buku tersebut. Pada part 2 (selanjutnya) saya akan menjelaskan beberapa perbedaan lainnya.. Thx for reading...

Thank's for Reading

Tuesday, August 1, 2017

Perlengkapan Memulai Bullet Journal

Apa saja sih yang diperlukan dalam memulai Bullet Journal ini??

Oke, pertama yang terpikirkan ketika akan ada ide untuk menulis adalah

1. Buku
Buku merupakan salah satu unsur penting untuk Bullet Journal-ing. Buku yang bisa dipakai dalam membuat Bullet Journal adalah semua buku. Buku tulis ada yang berupa kotak kotak, bergaris maupun berupa tik titik kecil. Jika di luar negeri, kebanyakan orang menggunakan buku titik titik. Memang terlihat hasil yang bagus pada Bullet Journal tersebut. Tetapi karena kita berada di Indonesia, ada beberapa pilihan buku yang bisa kalian dapatkan. Diantaranya buku tulis kotak kotak (yang biasa digunakan untuk matematika), atau buku yang bermerk seperti Moleskine atau juga bisa menggunakan Leuchtturm 1917. 





Sebenarnya enak mana sih Moleskine atau Leuchtturm atau buku biasa?? Untuk ini saya akan membahas di blog saya berikutnya, jadi stay tune ya.. Di Indonesia kita dapat mendapatkan buku Moleskine di Bookstore mana aja atau bahkan kita dapat membeli secara online di Moleskine. Untuk Leuchtturm 1917 memang masih susah di Indonesia, akan tetapi saya menemukan Leuchtturm 1917 squared (kotak-kotak) di toko buku di Surabaya di Grand City dengan harga yang terjangkau. Untuk saat ini saya hanya bisa titip ke teman atau saudara yang berada di luar negeri.


2.          Pena
Untuk menulis, tentu saja memerlukan alat tulis berupa pena, pensil dan perlengkapannya. Nah disini peralatan menulis yang saya gunakan adalah bolpoint hitam (merk terserah, yang penting enak digunakan), PENCILTIC, Sarasa, Faber Castle Connector Pen, Tombow dual brush, Staedler Fineliner, dan Stabilo point 88 dan 68. 







Sebenarnya ini terserah dari kita sebagai penulis akan menggunakan alat apa saja. Akan tetapi tergantung dari buku yang kita gunakan juga. Karakter kertasnya bagaimana apakah ghosting atau bagaimana.. Nah untuk ini, tunggu blog selanjutnya ya teman. Di blog selanjutnya akan saya kupas tuntas review setiap pen yang saya punya di kertas moleskine dan leuchtturm 1917. 

Semua pena yang saya gunakan dapat ditemukan di Bookstore terdekat kok, jadi jangan pikir susah mendapatkannya. Mungkin untuk Tombow dual brush memang sedikit susah untuk dicari, tetapi banyak yg jual di instagram, so cari di Instagram.. HAhahaha

3. Penggaris
Penggaris yang harus dipunya adalah penggaris 20 cm dan busur. Mengapa diperlukan busur?? Tidak terlalu penting sebenarnya untuk busur, akan tetapi bagi yang menyukai kerapian, tentu saja perlu.. Apalgi jika ingin membagi lingkaran menjadi beberapa bagian. Benar kan?? Seperti saya yang menyukai kerapian. hahahaha...

4. Jangka
Jangka yang diperlukan yang tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil dan tentu saja yang bisa diganti mata pensilnya dengan bolpoint. Jangka bisa didapatkan dimana saja dan banyak yang murah meriah. Tidak perlu yang harga mahal.


5. Washi Tape
Ini digunakan untuk mendekor dari layout yang akan dikerjakan. Akan tetapi saya tidak pernah menggunakan washi tape ini, karena saya menyukai layout yang buatan tangan tidak tempel tempel. Hehehe... Washi tape dapat didapatkan di mana saja. Saat ini hampir semua bookstore di Indonesia menjual washi tape dengan beraneka ragam motif.

6.Penghapus
Important thing... Apabila terjadi kesalahan dalam mensketsa layout, tinggal hapus saja dengan penghapus. Iya kan??

That’s all dan selamat memulai membeli perlengkapan Bullet Journal dan selamat memulai jurnaling.



STAY TUNE untuk Postingan selanjutnya ya...

Friday, July 28, 2017

Seberkas Tulisan Mengenai Bullet Journal

BULLET JOURNAL...

Mungkin dari antara kalian banyak yang masih belum mengetahui apa sih bullet journal itu... Nah untuk itu saya akan mengupas tuntas mengenai bullet journal ini. 
Bullet journal masih belum dikenal banyak orang di Indonesia. Sebenarnya, inti di bullet journal adalah menulis semua jadwal dan mendata semua kegiatan kita baik dalam seminggu bahkan pertahun. 





Sebenarnya apa saja sih kegunaan bullet journal ini?
1.      Mengorganisir semua kegiatan sehari hari.
2.    Men-track kegiatan dan progress dari setiap tujuan yang ingin kita capai.
3.     Mengadah kreativitas.
4.     Mengurangi stress.



Nah bagaimana kok bisa sampai ada Bullet Journal ini? 

Kita mulai untuk sejarah dari bullet journal.. 

Bullet journal dibuat oleh Carol Ryder yang saat tahun 2007 dia sedang duduk beraama temannya yang akan menikah. Di meja teman tersebut tampak berantakan dengan buku dan berbagai kertas berisikan rencana pernikahan.. Tampaknya teman itu melihat buku yang dibawa oleh Carol dan dia terperangah dengan apa yang dilihatnya. Semua tertata rapi di dalam buku itu. Karena butuh bantuan, Carol menjelaskan bagaimana mengatur semuanya di dalam satu buku. Teman Carol menganga tidak percaya apa yg dijelaskan Carol dan menyuruh Carol untuk menyebarkan sistem tersebut. Akhirnya di tahun 2013 Carol membuat website mengenai bullet journal. Dan dari sini bullet journal mulai mendunia hingga sekarang. 



Nah itu adalah cerita singkat mengenai asal muasal bullet journal.. 

Untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan datang ke blog ini setiap hari untuk melihat kelanjutan cerita engenai Bullet Journal.


Thursday, July 27, 2017

Come back After 4 years...

Hallo semuanya, selamat datang kembali di blog saya. Maafkan selama ini saya tidak aktif dalam menulis blog disini.. Akan tetapi saya akan mengisi kembali blog ini dengan tema Bullet Journal..

Mungkin BuJo atau Bullet Journal ini masih terdengar asing di telinga rakyat Indonesia.. Maka dari itu, saya ingin memberitahu kepada kalian semua mengenai Bullet Journal ini.. Apa kegunaannya dan apa saja sih yang diperlukan dalam membuat bullet journal ini.. Dimanakah pembelian keperluan untuk mengisi nuku Bullet Journal... Dan masih banyak lagi yang akan saya beritahu kepada kalian pembaca setia blog saya..

Keep Reading My Blog Guys

Friday, December 7, 2012

December is coming to town..

December


Winter? or Rainy season? hmmmm i confused about it. hahahaa.. But December is wish months, so i wish i can produce CosPack as soon as possible.. ^^ so guys, wait for The Premiere of CosPack... ^^ For information Cospack is package of cosmetics or skin care product, it'll available for men even for women, so if you guys want to get it for presents, contact me. ^^ Of course it's not free.. It's cost Rp 150.000,00 (exclude shipping cost).. Hmmmm...





Thursday, December 6, 2012

HEDGEHOG part 2.. ^.^


 Lama tak nge posting.. but here we are.. ^.^

        
ALBINO
Durinya semua berwarna putih susu, tanpa ada warna lain
Muka dan bulu bagaian bawah tubuhnya berwarna putih
Kulitnya berwarna merah muda & matanya berwarna merah
Hidungnya juga berwarna merah muda



SALT and PAPPER
Durinya berwarna putih dibalut hitam
Mukanya putih dengan warna hitam pada hidung & telinga
Bulu pada bagian bawah tubuhnya berwarna putih
Warna kulit pada bagian atas tubuhnya berwarna hitam
Hidungnya hitam




PINTO
Pinto sebenarnya lebih kearah corak warna, bukan warna baru pada Landak Mini
Corak Pinto dapat dilihat dari adanya kekurangan warna pada durinya dan kulit dibalik durinya
sehingga terlihat seperti bercak-bercak putih
diluar bercak putih, warna durinya sama seperti Salt & Pepper




SILVER
Durinya putih, dibalut warna hitam, 30-50% durinya putih solid.
Bulu perut bawah berwarna putih.
Mukanya berwarna putih dengan warna hitam di telinga & hidung.
Warna kulit pundaknya hitam sekali.
Warna hidung hitam.
Matanya berwarna hitam. 




CHARCOAL
Durinya antara 30% - 70% putih solid, sisanya berwarna putih dibalut hitam dengan ujungnya berwarna coklat karat.
Mukanya berwarna hitam.
Warna kulit pundaknya abu-abu
Warna hidung hitam.
Matanya berwarna hitam.



SILVER CHARCOAL
Durinya seperti charcoal diatas, hanya saja durinya berwarna putih dibalut dengan warna abu-abu terang.
Mukanya berwarna hitam.
Warna kulit pundaknya abu-abu gelap, hampir hitam.
Warna hidung hitam.
Matanya berwarna hitam.



PLATINUM
Durinya antara 95% - 97% putih solid, sisanya berwarna putih dibalut warna abu-abu muda.
Kupingnya berwarna hitam.
Mukanya berwarna hitam.
Warna kulit pundaknya berwarna hitam pekat.
Warna hidung seperti hitam.
Matanya berwarna hitam.



BROWN SNOWFLAKE
Durinya antara 30% - 70% putih solid, sisanya berwarna putih dibalut warna coklat muda oak.
Beberapa duri juga mungkin dibalut coklat.
Mukanya berwarna muda.
Matanya ada cincin biru muda disekitar sisi luar.
Warna kulit pundaknya berwarna merah muda dengan sebagian kecil pigmen abu-abu.
Warna hidung seperti hati dengan bercak hitam.



 CHOCOLATE
Durinya putih dibalut warna coklat gelap.
Mukanya berwarna coklat muda.
Kulit pundaknya berwarna abu-abu muda.
Hidungnya berwarna hati gelap, hampir hitam.



CINNAMON
Durinya putih dibalut warna coklat muda "cinnamon".
Tidak lebih dari 5% durinya yang solid putih.
Mukanya tdk ada warna dominan.
Perut bawahnya putih.
Kulit pundaknya berwana merah muda.
Warna hidung seperti hati.



RUBY EYED CINNICOT
Durinya putih, 50% nya dibalut warna Cinnamon dan sisanya warna orange beige pucat.
Kulit pundaknya berwana merah muda.
Mukanya tidak ada warna dominan
Warna hidung merah muda campur warna hati.
Matanya berwarna merah ruby gelap